ACEH  

AKQ Akan Bedah Tuntas Cara Tidak Luka dan Kecewa Saat Hidup Tak Sesuai Harapan

0:00

Selasa-12/Mei/2026

Aceh Barat – Beritaaktual. Online. 

— Di tengah meningkatnya tekanan hidup, rasa kehilangan, dan kekecewaan yang dialami banyak orang, AKQ bersama Jama’ah Beut Droe akan menggelar forum bedah buku dan refleksi kehidupan bertema penyembuhan batin serta kesadaran tauhid di Aceh Barat.

 

Kegiatan tersebut akan berlangsung pada:

📍 Teugu Teuku Umar, Batee Puteh

🗓️ Minggu mendatang, 17 Mei 2026

🕖 Pukul 07.00 WIB s/d selesai

Acara ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Buku Nasional dan peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

 

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari lanjutan gerakan literasi dan refleksi batin yang selama ini dibangun melalui program Gerakan 15 Menit Membaca yang digagas AKQ bersama Jama’ah Beut Droe, sebagai ruang sederhana untuk membangun budaya membaca, merenung, dan menghadirkan kesadaran diri di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tekanan.

 

Sebelumnya, kegiatan Gerakan 15 Menit Membaca bertema “Bahagia Itu Hari Ini” yang dipandu oleh Ustadz Syamsul Kamal mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta. Banyak jama’ah mengaku menemukan sudut pandang baru tentang penyebab manusia kehilangan ketenangan dan sulit merasakan kebahagiaan dalam hidup.

 

Salah satu gagasan yang paling banyak menyentuh peserta adalah penjelasan bahwa manusia sering terluka dan kecewa karena masih menggenggam sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya secara hakiki—baik berupa manusia, harapan, rasa memiliki, maupun sandaran hati terhadap dunia yang tidak kekal.

 

Dari refleksi tersebut, AKQ bersama Jama’ah Beut Droe akan melanjutkan pembahasan tersebut pada Minggu mendatang melalui forum bedah buku karya terbaru Ustadz Syamsul Kamal berjudul:

“Ketika Kita Mengaku Memiliki yang Bukan Milik Kita”

Melepas Sandaran Selain-Nya

 

Buku ini akan dibedah secara mendalam sebagai lanjutan dari tema-tema kesadaran yang sebelumnya telah dibahas dalam Gerakan 15 Menit Membaca.

 

Dalam forum tersebut, peserta akan mengupas secara mendalam tentang akar kekecewaan manusia, rasa kehilangan, luka batin, serta kecenderungan hati menggantungkan kebahagiaan kepada sesuatu yang tidak tetap.

 

Melalui pendekatan reflektif dan bahasa yang sederhana namun mendalam, buku tersebut mencoba mengajak masyarakat memahami mengapa manusia mudah kecewa ketika kehidupan tidak berjalan sesuai harapan.

 

Panitia pelaksana menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum bedah buku biasa, tetapi ruang bersama untuk membaca ulang kehidupan, membongkar sumber kegelisahan manusia, dan memahami bagaimana keterikatan terhadap dunia sering menjadi penyebab utama lahirnya luka batin.

 

Ustadz Syamsul Kamal mengatakan, banyak orang terlihat kuat secara lahiriah, tetapi diam-diam lelah, kecewa, dan kehilangan ketenangan.

 

“Luka terbesar manusia sering lahir dari rasa memiliki dan keterikatan yang berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak kekal. Ketika sandaran hati ditempatkan kepada selain Allah, maka rasa kecewa akan mudah muncul saat sesuatu itu berubah atau pergi,” ungkap Kamal.

 

Dalam forum tersebut nantinya akan dibahas berbagai persoalan kehidupan yang sangat dekat dengan masyarakat, mulai dari:

rasa kecewa terhadap keadaan,

kehilangan orang yang dicintai,

harapan yang tidak tercapai,

keterikatan terhadap harta dan manusia,

hingga bagaimana menjaga hati agar tidak mudah hancur oleh perubahan kehidupan.

 

Selain menghadirkan pembahasan reflektif dan ruhani, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang literasi dan perenungan bersama di tengah masyarakat yang semakin sibuk mengejar kehidupan duniawi namun kehilangan ketenangan batin.

 

Acara tersebut terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, guru, pegiat dakwah, jama’ah majelis, aktivis literasi, maupun masyarakat luas yang ingin mendalami persoalan kehidupan secara lebih tenang dan mendalam.

 

Momentum Hari Buku Nasional dipilih sebagai pengingat bahwa membaca bukan hanya tentang menambah ilmu, tetapi juga tentang membangun kesadaran, memperbaiki arah hidup, dan memahami kembali makna keberadaan manusia di dunia.

 

Melalui kegiatan ini, AKQ dan Jama’ah Beut Droe berharap lahir ruang-ruang diskusi yang lebih menyentuh hati, menenangkan jiwa, serta mampu membantu masyarakat menghadapi kehidupan dengan cara pandang yang lebih sehat dan lebih dekat kepada Allah.**Rj**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *