Pangandaran,BeritaAktual.online
Buntut dari kemeriahan HUT ke-384 Kabupaten Ciamis dengan tema “Harmoni Tanpa Batas”, Ketua Umum DPP Yayasan Bakti Anak Negeri (YBAN) Ir. Yadi Mulyadi angkat bicara. Ia menuding Kabag Ekonomi Setda Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, telah mencoreng acara puncak tersebut.
Acara Harmoni Tanpa Batas yang digelar Selasa, 16 Juni 2026 di Lapas Ciamis, dan merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Lapas Ciamis, serta Yayasan Bakti Anak Negeri.
Yadi Mulyadi menegaskan, tindakan Budi Kurnia yang diduga sengaja mengambil peran pribadi dalam acara puncak dinilai tidak patut dicontoh.
Senin ( 29/6/2026 )
Itu melanggar etika dan tatakrama yang sangat dijunjung tinggi masyarakat adat Sunda. Juga diatur dalam Undang-Undang RI tentang kode etik PNS. Sebagai pejabat publik, seharusnya Pak Budi tidak boleh mengambil alih panggung dalam acara yang digagas Pemda Kab. Ciamis, Kapolres, Kalapas Ciamis, dan YBAN,” kata Yadi, Kamis (26/6/2026).
Menurut Yadi, tindakan tersebut sangat menyakitkan bagi Dewan Pembina YBAN, Brigjen TNI Purn. Rubiono Prawiro yang hadir dalam acara tersebut.
Berbeda dengan Bupati Ciamis, Kapolres, dan Kalapas Ciamis yang menghargai keberadaannya di podium, justru Pak Budi seolah mengesampingkan beliau. Terus-menerus dipanggil dan dipuja-puja oleh pembawa acara serta bintang tamu Charly VHT,” ujarnya.
Yadi menyebut hal itu sebagai bentuk pencitraan dalam acara umum yang bukan merupakan acara pribadi Budi Kurnia.
Ini acara umum untuk hiburan masyarakat. Bukan acara milik Pak Budi selaku Kabag Ekonomi Setda Jabar. Jadi kami meminta agar sepatutnya Budi Kurnia mundur dari jabatannya,” tegasnya.
Jika tidak, YBAN akan meminta Gubernur Jawa Barat mengevaluasi kinerja Budi Kurnia.
Kami anggap Pak Budi tidak beritikad baik untuk mengklarifikasi, apalagi meminta maaf kepada semua penyelenggara termasuk Dewan Pembina kami. Dugaan pelanggaran kode etik ini sangat patut ditindaklanjuti dengan langkah mundur. Ini akan jadi contoh bagi pejabat publik lainnya,” ucapnya.
Yadi juga menegaskan, pihaknya tidak ingin acara yang digagas untuk masyarakat itu dinodai kepentingan politik pribadi.
Kami tak ingin acara umum disusupi intrik politik pribadi mana pun,” tegasnya.
( yaya)












