Pangandara,BeritaAktual.online
Meliani Cahyaningrum (13) siswi kelas 1 SMP Negeri 1 Pangandaran meraih juara 1 lomba Pasanggiri Jaipong tunggal Mojang – Jajaka Tingkat Jawa Barat.
Meilani yang akrab dipanggil Memey ini merupakan salah satu penari binaan sanggar Putra Rengganis bersaing dengan para finalis untuk tingkat SLTP.
Pasanggiri Jaipong Tunggal tingkat Jawa Barat periode 2025 – 2026 yang digelar di aula Widya Aryasatya Desa Pananjung pada Sabtu, 2 Mei 2026 kemarin, diikuti sebanyak 40 peserta untuk tingkat SD, SMP dan SMA audisi Pangandaran – Ciamis dan Banjar.
Meilani yang telah menggeluti hobi menari dari sejak sekolah Taman kanak-Kanak hingga SMP kelas 1 ini telah mengkoleksi puluhan piala dan piagam dari berbagai lomba tari tradisional.
Meilani mengaku, awalnya ia tidak menyangka bakal terpilih sebagai juara pertama, karena menurut dia, peserta yang dihadapi merupakan saingan yang kuat dan dan berprestasi di berbagai lomba.
“Soalnya dulu saya pernah kalah sama peserta dari Ciamis dan Banjar, dan diaudisi kali ini menjadi saingan saya,” ucap Meilani, Senin, 4 Mei 2026.
Tapi dengan tekad yang kuat dan percaya diri, ia berhasil mendapatkan juara 1 dan berhak maju menjadi finalis Pasanggiri Jaipong Tunggal Mojang – Jajaka di Provinsi Jawa Barat bersama peserta lainnya yang mendapat juara kedua dan tiga.
“Saya minta do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat di Kabupaten Pangandaran, semoga saya bisa berhasil menjuarai audisi lomba tari tradisional di tingkat provinsi nanti,” ucapnya.
Sementara, pimpinan Sanggar Putra Rengganis Pangandaran Iis Rahmini Juni Anita mengatakan, sanggar tarinya yang ia pimpin merupakan putra-putri daerah asli Kabupaten Pangandaran.
“Alhamdulillah, mereka kerap ditampilkan di kejuaraan maupun kegiatan di sejumlah daerah maupun mengisi kegiatan-kegiatan di pemerintahan,” kata Iis.
Meski belum memiliki tempat latihan yang tetap dan mengandalkan panggung seni yang ada seperti Pondok Seni, Taman Litera, RM Mina Famili (sekarang), tetapi tidak menyurutkan semangat untuk melestarikan budaya tari tradisional dan mengembangkan bakat anak-anak berprestasi prestasi.
“Sepertinya yang dibuktikan Memey (sapaan Meliani) saat ini,” ucap Iis sambil meneteskan air karena bangga.
Kini sudah saatnya Pemerintah Daerah Kab Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memikirkan kemajuan di bidang kebudayaan melalui potensi dan kemampuan yang dimiliki anak-anak sebagai daerah pariwisata yang mendunia.***
( yaya)













