Kejari Aceh Tamiang Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan DAK 2024, KPA dan Direktur Kontraktor Ditahan 

ACEH TAMIANG – Beritaaktual.online.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi

proyek Penanganan Long Segment ruas Simpang III Tanjung Genteng L. Buang – Simpang III Ampun Tuan, Kecamatan Bandar Pusaka,

Kabupaten Aceh Tamiang yang bersumber

dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun

Anggaran 2024.

 

Penetapan status tersangka dilakukan oleh

Tim Penyidik Kejari Aceh Tamiang pada Kamis (5/11/2026), setelah penyidik menilai telah

mengantongi alat bukti yang cukup sesuai

ketentuan hukum acara pidana.

 

Kedua tersangka berinisial RFE selaku Direktur CV Tri Jaya Family selaku pelaksana pekerjaan serta ERP yang menjabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Bina Marga Dinas

PUPR Aceh Tamiang periode September 2024 – Maret 2025 yang juga merangkap Pejabat

Pembuat Komitmen (PPK).

 

Proyek tersebut meliputi pemeliharaan rutin,

pemeliharaan berkala serta rekonstruksi jalan. Hingga saat ini Kejari belum mengumumkan

secara resmi nilai anggaran proyek maupun

nilai kerugian keuangan negara yang diduga

terjadi.

 

Atas dugaan perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18

Undang‑Undang Nomor 31 Tahun 1999

tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi sebagaimana telah diubah dengan

Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

 

Penyidikan Masih Dikembangkan dan Bisa Ada Tersangka Baru

Kejari Aceh Tamiang menegaskan bahwa

penyidikan masih berjalan dan masih

menelusuri seluruh rangkaian mulai dari

perencanaan, pelaksanaan hingga

pengawasan proyek. Apabila ditemukan alat

bukti cukup, tidak tertutup kemungkinan akan menetapkan tersangka lainnya.

 

Dua Tersangka Ditahan Selama Masa Awal 20 Hari

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik melakukan penahanan awal selama 20 hari terhitung 5 November sampai 24 November 2026 Keduanya dititipkan ke LP Kelas IIB

Kuala Simpang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Informasi penetapan tersangka dan penahanan tersebut disampaikan oleh Kasi

Intel Kejari Aceh Tamiang Johanes M. Aritonang, S.H., M.H. bersama Kasi Pidsus Kejari Aceh Tamiang Ruji Wibowo, S.H., M.H.

 

Visited 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *