Pangandaran,BeritaAkrual.online
Kepala Desa Cimerak, Budiaman, S.Pd., memberikan klarifikasi terkait sorotan warga terhadap pekerjaan hotmix di Dusun Bantarsari yang didanai dari Dana Desa tahun 2026 sebesar Rp150 juta.
Dalam keterangannya, Budiaman menjelaskan bahwa proyek tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2025 melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa. Namun, di akhir tahun 2025 terjadi perubahan status jalan dari jalan desa menjadi jalan kabupaten.
Selasa ( 6/5/2026 )
Setelah ada perubahan status tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan dinas PUPR. Hasilnya, kami mendapatkan surat rekomendasi atau persetujuan untuk tetap melaksanakan pekerjaan pada ruas jalan Cimerak–Cibuntu di Dusun Bantarsari,” ujarnya.
Ia menambahkan, rekomendasi dari PUPR tersebut resmi diterima pada 22 Januari 2026, sehingga pemerintah desa melanjutkan pekerjaan dengan metode semi hotmix.
Terkait isu dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, khususnya ketebalan jalan yang disebut hanya 1 cm, Budiaman membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa ketebalan jalan berkisar antara 3 hingga 4 sentimeter.
Kemungkinan saat pemberitaan muncul, pekerjaan masih dalam proses dan belum selesai. Sampai saat ini pun belum dilakukan serah terima pekerjaan,” jelasnya.
Budiaman juga menyampaikan bahwa pihak desa merespons masukan masyarakat dengan meminta perbaikan kepada pelaksana kegiatan yang ditunjuk oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Perbaikan tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada Selasa, 6 Mei 2026, pada bagian yang dinilai belum sesuai.
Lebih lanjut, ia menepis anggapan adanya ketidaksesuaian dengan program padat karya tunai. Menurutnya, kegiatan padat karya tunai (PKT) dipisahkan dari pekerjaan fisik seperti hotmix.
Tahun ini kegiatan padat karya tunai dilaksanakan di tiga titik dengan total anggaran sekitar Rp7 juta, menyesuaikan kemampuan anggaran desa,” katanya.
Terkait komunikasi dengan pihak kecamatan, Budiaman menegaskan bahwa informasi mengenai proyek tersebut telah disampaikan dalam forum minggon desa dan rapat koordinasi kepala desa.
Meski demikian, ia mengakui tidak menyampaikan surat pemberitahuan resmi secara khusus kepada camat saat pelaksanaan dimulai.
Pada prinsipnya, kami tidak mencari siapa yang salah. Kami justru mengapresiasi masyarakat yang peduli dan turut mengawasi pembangunan di desa,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan melalui forum musyawarah desa agar pembangunan ke depan semakin baik.
Silakan sampaikan kritik dan saran demi kemajuan Desa Cimerak. Jika ada permasalahan, kami terbuka untuk berdialog langsung di desa,” pungkasnya.
( ys)













