Ende – Beritaaktual.online.
Mengukur kemajuan sebuah kabupaten kerap kali paling valid dilakukan dengan melihat keramaian pasar dan transaksi riil masyarakatnya.( 19/05/2026 )
Di Kabupaten Ende, perputaran roda ekonomi itu kini semakin terasa hidup, menandakan sinergi pasang-surut kebijakan ekonomi rakyat mulai membuahkan hasil.
Namun, di mana letak persisnya denyut nadi itu berdetak? Jawabannya ada di lapak-lapak mikro yang bergerak mandiri.
Jika Anda melintasi Jalan Ahmad Yani pada malam hari dan berbelok ke sebuah gang di belakang Gudang Dolog, aroma harum ikan bakar dipastikan akan menggugah selera. Di sanalah Paskalis Bagglon Thule Lengga (Rifan), warga RT 04/RW 02 Kelurahan Tetandara, merajut asa lewat usaha kulinernya, “Ikan Bakar Zig-Zag”.
Lapak Zig-Zag telah lama menjadi favorit warga Kecamatan Ende Selatan dan sekitarnya. Dengan harga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per ekor, Rifan mampu menggaet omset yang konsisten setiap malam.
“Walaupun lapak kami di dalam gang, pelanggan tetap datang. Ini modal kami untuk menghidupi keluarga,” ungkap Rifan.
Jeritan Modal Pelaku Usaha Mikro.
Kisah Rifan adalah representasi dari ratusan pelaku UKM di Ende yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kendati demikian, Rifan mengingatkan bahwa geliat ekonomi ini jangan sampai membuat pemerintah daerah terlena. Keberlanjutan usaha mikro sangat rentan jika dihantam badai modal.
Oleh karena itu, Rifan secara terbuka menyampaikan aspirasinya agar Pemkab Ende meluncurkan program strategis yang langsung menyasar penguat modal bagi para pelaku ekonomi kreatif mikro.
“Kami berharap ada perhatian nyata bagi kami yang berkecimpung di bidang UKM mikro, supaya usaha yang sudah berjalan ini tidak terputus di tengah jalan hanya karena ketiadaan modal,” harapnya.
Kota Ende memang belum sempurna. Sektor infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut penyelesaian segera. Namun, geliat tanpa putus dari balik gang belakang Dolog membuktikan bahwa semangat warga Kota Pancasila untuk mandiri secara ekonomi sedang menyala hebat, menanti gayung bersambut dari para pemangku kebijakan.
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha








