Kuningan – beritaktual.online,
Dugaan praktik penebangan kayu jati milik Perhutani yang dilakukan di luar prosedur kembali mencuat. Tim awak media yang melakukan investigasi langsung di lapangan menemukan indikasi kuat adanya permainan “kotor” di balik aktivitas pengangkutan kayu tersebut. Rabu malam, (8/4/2026).
Kecurigaan bermula saat tim menghentikan satu unit mobil yang mengangkut kayu jati dari lokasi penebangan. Ketika dikonfirmasi, sopir awalnya berkelit dan tidak mengakui asal-usul kayu yang dibawanya. Namun, setelah didesak dan ditunjukkan bukti berupa video serta foto hasil dokumentasi di lokasi penebangan, sikap sopir mulai goyah.
Tak bisa lagi menghindar, sopir tersebut akhirnya mengakui bahwa kayu jati yang diangkut memang berasal dari lokasi yang dimaksud dan rencananya akan dibawa ke Cirebon. Saat ditanya lebih lanjut apakah tindakan tersebut benar atau salah, sopir dengan tegas menjawab: “Salah.”
Pengakuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas penebangan dan distribusi kayu jati tersebut tidak berjalan sesuai prosedur resmi atau berada di luar koridor TPK (Tempat Penimbunan Kayu) yang seharusnya.
Ironisnya, praktik seperti ini diduga bukan kejadian baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama dan terkesan “dibiarkan”. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang bermain di balik layar? Dan mengapa pengawasan terkesan lemah?
Tim media menegaskan akan terus menelusuri kasus ini hingga tuntas, termasuk menggali kemungkinan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari sumber daya negara.
Jika benar terjadi pelanggaran, maka ini bukan sekadar soal kayu—melainkan soal integritas dan keberanian menegakkan aturan.
Dewa
Kaperwil jabar













