Banda Aceh, BeritaAktual.Online, Dinamika politik di Provinsi Aceh kian menghangat menyusul kabar akan adanya pergantian pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Sosok Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, disebut-sebut akan segera mengambil langkah strategis dalam waktu dekat terkait pimpinan di lembaga tersebut, Jum’at (10/04/2026).
Mualem yang juga menjabat sebagai Gubernur Aceh sekaligus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh (PA), dinilai bergerak cepat merespons perkembangan politik yang terjadi di internal DPRA. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa konsolidasi partai telah dilakukan melalui berbagai pertemuan penting bersama para petinggi Partai Aceh.
Beberapa pertemuan tersebut bahkan dikabarkan berlangsung di luar negeri, salah satunya di Malaysia, sebagai bagian dari upaya mematangkan keputusan strategis terkait arah kepemimpinan di parlemen Aceh.
Dalam bursa calon pengganti pimpinan DPRA, mencuat dua nama kuat yang berasal dari internal Partai Aceh, yakni Azhari M Nur alias haji maop (Aceh Timur) dan Saiful Bahri alias Pon Yahya ( Aceh Utara ) Keduanya dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman politik yang mumpuni untuk mengisi posisi strategis tersebut.
Pengamat politik menilai bahwa langkah cepat yang diambil Mualem menunjukkan keseriusan Partai Aceh dalam menjaga stabilitas politik serta memastikan roda pemerintahan dan legislasi di DPRA tetap berjalan efektif.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai pengganti pimpinan DPRA. Publik Aceh kini menantikan keputusan final dari Mualem yang diyakini akan menjadi penentu arah dinamika politik daerah ke depan.
Situasi ini sekaligus mencerminkan bahwa konstelasi politik di Aceh masih sangat dinamis, dengan berbagai manuver yang dilakukan oleh para elite partai guna menjaga keseimbangan kekuatan di tingkat legislatif.
(Wapimred)













