Jalan Penghubung Antar Gampong Terancam Amblas, Geuchik dan Anggota DPRK Minta Pemkab Aceh Utara Segera Bangun Talud

0:00

Aceh Utara – Beritaaktual. Online.
Kondisi ruas jalan penghubung antar gampong di Kecamatan Simpang Keuramat, tepatnya di Gampong Meunasah Dayah SPK, semakin mengkhawatirkan. Sebagian badan jalan yang berada di tepi aliran sungai mengalami pengikisan akibat banjir dan abrasi, sehingga berisiko amblas dan terputus jika tidak segera ditangani. Keadaan ini terlihat saat peninjauan yang dilakukan pada Selasa, 16 Juni 2026.

pengikisan tebing dan badan jalan akibat erosi air sungai. Di mana lokasinya berada di Gampong Meunasah Dayah SPK, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara. Kapan kondisinya makin memburuk dan ditinjau pada Selasa 16/6/2026.

Geuchik Meunasah Dayah SPK Mahlisuddin bersama Anggota DPRK Aceh Utara Muhammad Romi, serta menjadi keluhan warga sekitar. Mengapa hal ini penting karena jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Gampong Meunasah Teungoh, Meunasah Baroh, dan gampong lain untuk keperluan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan sosial. Bagaimana solusi yang diminta adalah pembangunan talud penahan tebing guna mencegah kerusakan lebih parah.

Geuchik Mahlisuddin menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalur lintas kecamatan yang sangat dibutuhkan masyarakat setiap harinya.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat segera membangun talud penahan tebing di lokasi ini. Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan; jika dibiarkan, badan jalan bisa amblas dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara Muhammad Romi menyatakan akan memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan talud segera masuk dalam perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, langkah pencegahan lebih baik dilakukan sejak dini agar biaya perbaikan tidak membengkak di kemudian hari.

Warga setempat pun turut menyampaikan harapan yang sama. “Lebih baik mencegah sebelum jalan benar-benar rusak total. Kami berharap pemerintah segera turun tangan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas kami,” ungkap salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Utara terkait rencana penanganan lokasi tersebut.

(T.Rasyidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *