BANTAENG – BeritaAktual.Online
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Gedung Balai Kartini, Rabu (1/4/2026).
Musrenbang Tematik Tahun 2026 mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul yang Inklusif dan Responsif Gender untuk Bantaeng Bangkit” dengan fokus pada isu anak, perempuan, disabilitas, dan stunting.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, LSM, hingga kelompok rentan, guna membahas isu-isu spesifik yang membutuhkan perhatian serta penanganan terpadu dalam perencanaan pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng, Indrawan Lestari, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik diselenggarakan sebagai wadah partisipatif untuk menggali dan merumuskan permasalahan serta kebutuhan khusus perempuan, anak, dan kelompok rentan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam program reguler pemerintah daerah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan spesifik perempuan dan anak di daerah agar dapat terintegrasi dalam kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menegaskan bahwa Musrenbang Tematik Tahun 2026 mengangkat tiga isu strategis, yakni pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, percepatan penanganan stunting, serta peningkatan pelayanan bagi penyandang disabilitas.
“Anak-anak dan perempuan adalah dua pilar utama dalam pembangunan peradaban sebuah daerah. Jika keduanya kuat, maka fondasi pembangunan kita juga akan kokoh,” ungkapnya.
Bupati juga memaparkan capaian Kabupaten Bantaeng dalam percepatan penurunan stunting. Pada Juli 2025, Kabupaten Bantaeng berhasil menjadi salah satu penerima Dana Insentif Fiskal (DIF) atas kinerja terbaik dalam penurunan stunting tingkat nasional.
Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah memberikan landasan hukum yang kuat dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, akses pendidikan inklusif, peluang kerja yang setara, serta jaminan sosial.
“Saya berharap Musrenbang Tematik ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang kerja sama untuk menghasilkan usulan berbasis fakta lapangan. Libatkan suara perempuan, anak, dan penyandang disabilitas sebagai subjek utama pembangunan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara yang disaksikan langsung oleh Bupati Bantaeng. Penandatanganan tersebut melibatkan sejumlah pimpinan OPD serta perwakilan organisasi dan forum terkait.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, anggota DPRD, perwakilan instansi vertikal, tenaga ahli, tokoh perempuan, forum anak, forum disabilitas, akademisi, serta para camat di Kabupaten Bantaeng.
Melalui Musrenbang Tematik ini, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Bantaeng dapat lebih inklusif, responsif gender, serta mampu menjawab kebutuhan kelompok rentan secara tepat dan berkelanjutan.
Liputan: Desri – Kaperwil Sulawesi Selatan










