Audit Rp145 Juta BUMDes Tunas Harapan Memanas, APH Diminta Siaga Menunggu Hasil Inspektorat

KUNINGAN – Beritaaktual. Online. 

Selasa 28 Juli 2026,beritaaktual.online,Proses audit terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana penyertaan modal Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp145 juta pada BUMDes Tunas Harapan Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, terus menjadi sorotan publik. Pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Kuningan kini dinilai menjadi pintu masuk untuk mengungkap secara utuh pengelolaan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk usaha budidaya sekitar 4.000 ekor burung puyuh petelur.

 

Perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada penyebab berhentinya total operasional BUMDes akibat wabah flu burung, tetapi juga pada sejauh mana penggunaan dana negara tersebut telah dikelola sesuai ketentuan. Audit yang sedang berlangsung diharapkan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta, dokumen, dan kondisi riil di lapangan.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, usaha ternak puyuh yang mulai berjalan pada Oktober 2025 hanya sempat menghasilkan satu kali panen telur sebelum dilaporkan terdampak wabah flu burung pada Januari 2026. Ribuan ekor puyuh mati dan sisa ternak dijual untuk mencegah penyebaran penyakit, sehingga aktivitas usaha akhirnya berhenti total.

 

Di tengah kondisi tersebut, publik kini menaruh harapan besar pada hasil pemeriksaan Inspektorat. Audit diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga mencakup verifikasi terhadap penggunaan anggaran, bukti transaksi, pengadaan barang, kondisi aset, serta kesesuaian antara laporan pertanggungjawaban dengan fakta di lapangan.

 

Perkembangan audit ini juga memunculkan harapan agar aparat penegak hukum (APH) mencermati hasil pemeriksaan. Apabila nantinya audit menemukan indikasi yang menurut ketentuan perlu ditindaklanjuti, masyarakat berharap proses selanjutnya dilakukan sesuai kewenangan dan mekanisme hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila audit menyimpulkan bahwa kegagalan usaha semata-mata disebabkan faktor wabah flu burung tanpa adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, hasil tersebut juga penting disampaikan secara terbuka agar memberikan kepastian kepada masyarakat.

 

Kasus BUMDes Tunas Harapan menjadi perhatian karena menyangkut penggunaan dana publik yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan desa. Oleh sebab itu, transparansi hasil audit dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program serupa di masa mendatang.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Inspektorat Kabupaten Kuningan masih melaksanakan proses audit dan belum mengeluarkan kesimpulan resmi. Tim media investigasi akan terus mengawal perkembangan pemeriksaan, meminta tanggapan dari pihak-pihak terkait, serta menyajikan informasi secara berimbang berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

 

Dewa

kaperwil jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *