Pangandaran,BeritaAktual.online
Kegiatan Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, digelar meriah di lapangan sepak bola depan SMA Negeri 1 Mangunjaya.
Selasa ( 15/9/2026 )
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan seluruh sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah Kecamatan Mangunjaya.
Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan olahraga tradisional.
Semangat juga terlihat dari para guru dan pendamping yang turut hadir memberikan dukungan kepada anak didiknya.
Olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali permainan dan aktivitas olahraga yang tumbuh dari budaya masyarakat kepada generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menyampaikan bahwa olahraga tradisional perlu terus dipertahankan dan dilestarikan, khususnya di lingkungan sekolah dasar.
Olahraga tradisional ini harus terus kita pertahankan dan lestarikan. Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan kepada anak-anak sekolah dasar, sehingga mereka mengenal dan mencintai olahraga tradisional yang merupakan bagian dari budaya kita,” ujar Soleh.
Menurutnya, pelaksanaan Oltrad juga harus dibarengi dengan pembinaan secara berkelanjutan terhadap peserta didik. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pola hidup sehat anak.
Selain melestarikan budaya, olahraga tradisional juga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, sportivitas, kedisiplinan dan keberanian. Yang tidak kalah penting, kegiatan olahraga tentu sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Oltrad Kecamatan Mangunjaya, Yoyon, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari sekolah-sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mangunjaya.
Menurut Yoyon, olahraga tradisional memiliki nilai edukasi yang penting karena anak-anak tidak hanya dituntut aktif bergerak, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama dan menghargai lawan dalam suasana kompetisi yang sehat.
Kami melihat antusiasme peserta sangat luar biasa. Anak-anak begitu bersemangat mengikuti perlombaan, begitu juga para guru yang hadir memberikan dukungan.
Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan menjadi agenda pembinaan olahraga tradisional di tingkat sekolah,” kata Yoyon.
Ia berharap kegiatan Oltrad dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di tengah perkembangan teknologi dan permainan digital.
Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal permainan melalui gadget. Olahraga dan permainan tradisional harus tetap dikenalkan karena di dalamnya ada nilai kebersamaan, kekompakan, ketangkasan dan sportivitas,” pungkasnya.
Kegiatan Oltrad tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga keberadaan olahraga tradisional sekaligus mendorong terciptanya generasi pelajar yang sehat, aktif, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
( yaya )












