Warga Blang Raleu Buka Sawah Baru 8.400 Meter Persegi, Dukung Target Swasembada Pangan

0:00

Aceh Utara – Beritaaktual. Online. 

Semangat produktivitas pertanian kembali ditunjukkan masyarakat Gampong Blang Raleu, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara. Warga secara bergotong royong berhasil membuka lahan sawah baru seluas total 8.400 meter persegi di wilayah Dusun Cot Alen, yang sebelumnya berupa kebun dan sering tergenang air saat musim hujan. Kegiatan ini berlangsung dan ditinjau langsung pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pembukaan dan pengolahan lahan menjadi sawah baru, serta perbaikan jalan tani sepanjang 200 meter.

Masyarakat pemilik lahan di Dusun Cot Alen dan Pemerintah Gampong Blang Raleu; melibatkan pemilik lahan Hasanuddin, Yusuf, Amiruddin, Basyaruddin, Maryani, Rusli, Mustafa, dan Fakria.

Gampong Blang Raleu, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di wilayah Dusun Cot Alen.
Pekerjaan berlangsung selama 10 hari dan selesai serta ditinjau pada Kamis, 18 Juni 2026.

Sebagai bagian program ekstensifikasi lahan pertanian guna mendukung pencapaian target swasembada pangan tahun 2026 serta mengubah lahan kurang produktif menjadi bernilai ekonomi.

Biaya pengolahan berasal dari dana pribadi masing-masing pemilik lahan senilai total Rp56 juta, sedangkan perbaikan jalan tani yang rusak akibat banjir 2025 dibiayai Dana Desa sebesar Rp8.000.000.

Rincian luas lahan yang diolah masing-masing pemilik: Hasanuddin 1.200 m², Yusuf 1.200 m², Amiruddin 1.600 m², Basyaruddin 1.600 m², Maryani 800 m², Rusli 800 m², Mustafa 800 m², serta Fakria 400 m².

Geuchik Gampong Blang Raleu, Basyaruddin, menyambut baik langkah kemandirian warga tersebut. “Alhamdulillah, bertambah 8.400 meter persegi lahan produktif. Dengan perkiraan hasil panen sekitar 7 ton gabah per hektar, ini akan menjadi tambahan produksi yang nyata demi mendukung swasembada pangan tahun ini,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Selain cetak sawah, warga juga memperbaiki ruas jalan tani sepanjang 200 meter yang rusak terdampak banjir akhir tahun 2025, dengan dukungan anggaran dari Dana Desa.

Meski berhasil membuka lahan baru, masyarakat masih menghadapi kendala mendasar: belum adanya saluran irigasi yang memadai sehingga ketersediaan air sangat berisiko di musim kemarau. Selain itu, distribusi pupuk subsidi dinilai belum merata sampai ke petani di wilayah tersebut.

“Kami sudah berusaha mengolah lahan sendiri, namun harapan besar tetap tertuju pada perhatian pemerintah daerah. Dukungan irigasi dan kelancaran pupuk subsidi sangat kami butuhkan agar hasil yang diharapkan tetap terjaga setiap musim tanam,” harap warga setempat.

(T.Rasyidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *